KALIRANDU GEDE, KENDAL – Pelayanan kesehatan primer berbasis masyarakat seperti Posyandu memegang peranan krusial dalam memantau tumbuh kembang balita serta kesehatan lansia di tingkat desa. Namun, dalam pelaksanaannya, proses rekapitulasi data manual serta potensi penumpukan antrean warga kerap menjadi tantangan operasional yang memengaruhi efisiensi dan kenyamanan pelayanan.

Menjawab tantangan tersebut, tim KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan pendekatan terintegrasi yang menghubungkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan keilmuan Teknik Industri. Program ini diinisiasi oleh Ibrahim Manalu, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik UNDIP, selaku Pengelola Sistem Rekapitulasi Data Kesehatan Berbasis Digital & Analisis Efisiensi Alur Pelayanan Posyandu.

Integrasi Keilmuan Teknik Industri dalam Pelayanan Kesehatan Desa

Program ini berfokus pada dua intervensi utama: digitalisasi sistem pencatatan data dan optimalisasi tata kelola alur pelayanan (layout & queuing flow).

Melalui penerapan prinsip database management berbasis Microsoft Excel/Spreadsheet, data hasil pengukuran fisik dan pemeriksaan lansia, bayi, serta balita yang tadinya dicatat secara terpisah kini terorganisasi dalam sistem rekapitulasi digital yang terstruktur, presisi, dan mudah diakses oleh para kader.

Di sisi lain, pendekatan industrial ergonomics dan analisis alur proses diterapkan untuk merancang tata letak meja serta sistem antrean pemeriksaan. Langkah ini bertujuan mengurangi waktu tunggu (waiting time), meminimalkan kerumunan, serta menciptakan alur pendaftaran hingga pemeriksaan yang lebih tertib dan nyaman bagi warga.

Konsistensi Pelaksanaan di 4 Titik Posyandu Desa

Inovasi pelayanan ini tidak hanya diterapkan satu kali, melainkan dilaksanakan secara bertahap dan konsisten dalam 4 sesi layanan Posyandu yang tersebar di wilayah Desa Kalirandu Gede, yakni:

  • Posyandu Mawar (9 Juli 2026)
  • Posyandu Mawar (6 Agustus 2026)
  • Posyandu Melati (8 Agustus 2026)
  • Posyandu Dahlia (10 Agustus 2026)

Pada setiap sesi, mahasiswa KKN bekerja sama erat dengan para kader Posyandu setempat untuk melakukan pemetaan alur warga, mendampingi proses penimbangan dan pengukuran, hingga melakukan penginputan data rekam medis secara sistematis ke dalam berkas spreadsheet digital.

Dampak Positif dan Keberlanjutan Program

Hasil dari pelaksanaan intervensi ini membawa dampak langsung terhadap kualitas pelayanan Posyandu di Desa Kalirandu Gede. Para kader Posyandu kini memiliki arsip data kesehatan digital yang rapi, akurat, dan siap digunakan untuk pelaporan berkala maupun pemantauan status gizi/kesehatan masyarakat secara berkesinambungan.

Selain itu, alur pendaftaran dan pemeriksaan yang lebih terstruktur terbukti efektif meminimalkan penumpukan antrean, sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih lancar, cepat, dan teratur.

Melalui sinergi antara kepedulian sosial dan penerapan ilmu teknik industri ini, diharapkan Posyandu di Desa Kalirandu Gede dapat terus mempertahankan pelayanan kesehatan yang adaptif, efisien, dan modern demi kesejahteraan masyarakat desa.

 

Cuaca