Dari Posyandu untuk Generasi Sehat: Mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP Edukasi Gizi dan Pemantauan Tumbuh Kembang di Desa Kalirandu Gede
KENDAL (9/7) – Kegiatan Posyandu di Desa Kalirandu Gede, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, menjadi salah satu kegiatan rutin yang dimanfaatkan masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan. Pelayanan tersebut diikuti oleh bayi, balita, hingga lansia dengan didampingi oleh kader Posyandu setempat.
Dalam pelaksanaan KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP), mahasiswa turut mengambil bagian dalam kegiatan Posyandu yang diselenggarakan di beberapa wilayah Desa Kalirandu Gede. Kehadiran mahasiswa membantu kader dalam pelaksanaan pelayanan sekaligus menjadi sarana untuk berinteraksi dan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Salah satu mahasiswa yang ikut berpartisipasi adalah Inova Anisatul Ikrima, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro. Bersama kader, mahasiswa membantu melakukan tensi, pengukuran dan pencatatan hasil pemeriksaan peserta Posyandu yang datang.

Kegiatan Posyandu yang diikuti berlangsung di Posyandu Mawar pada 9 Juli dan 6 Agustus, Posyandu Melati pada 8 Agustus, serta Posyandu Dahlia pada 10 Agustus. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, remaja, hingga orang tua.
Selain membantu kegiatan pelayanan, mahasiswa Biologi juga menyampaikan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan tubuh. Edukasi diberikan kepada masyarakat dengan menyesuaikan kebutuhan pada setiap kelompok usia.
Pada kelompok balita, orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya makanan yang beragam untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sumber protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe dapat diberikan secara bergantian, disertai sayur, buah, serta sumber karbohidrat sebagai bagian dari makanan sehari-hari.
Sementara itu, bagi remaja, edukasi menekankan pentingnya menjaga pola makan karena tubuh masih mengalami pertumbuhan dan membutuhkan berbagai zat gizi. Remaja dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu makan, memperbanyak konsumsi makanan bergizi, serta membatasi makanan dan minuman dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang berlebihan.
Untuk kelompok orang tua, penyampaian materi lebih diarahkan pada pentingnya menjaga pola makan dan memilih makanan yang beragam. Konsumsi sayur dan buah, sumber protein, serta air yang cukup dapat menjadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari. Masyarakat juga diajak untuk memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi agar tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Penyampaian edukasi dilakukan dengan bahasa sederhana dan menggunakan contoh bahan makanan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, informasi mengenai gizi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam pemilihan makanan sehari-hari oleh masyarakat.
Bagi mahasiswa Biologi, keterlibatan dalam Posyandu menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan mengenai pertumbuhan, kebutuhan nutrisi, dan kesehatan manusia secara langsung di masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menyampaikan informasi ilmiah dengan cara yang mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Melalui keterlibatan mahasiswa dan kader Posyandu, kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Kalirandu Gede diharapkan tidak hanya membantu pemantauan kondisi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya makanan bergizi dan pola hidup sehat bagi seluruh anggota keluarga.
Oleh: Inova Anisatul Ikrima (Mahasiswa KKN UNDIP)
DPL: Anindita Fikri Amalia, S.S., M.S.